Tuesday, March 27, 2012

Nikmati Sate Cisangkuy Milik Hadi Welas

Sate merupakan makanan yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia, salah satunya adalah Sate Cisangkuy. Untuk yang kerap bertandang ke Jalan Cicangkuy, entah itu untuk mampir menyeruput kesegaran yoghurt atau sekadar lewat, tentu tak akan asing dengan tenda sate milik Hadi Welas ini. Bagaimana tidak, dia sudah berjualan sate di Jalan Cisangkuy sejak 15 tahun lalu. Bahkan, sebelumnya, perempuan berusia 75 tahun ini sudah berjualan di beberapa tempat hingga kalau dijumlahkan, dia sudah berjualan hampir 50 tahun lamanya.

Dengan ramah, nenek yang memiliki 11 cucu ini, kalau dirinya sejak datang ke Bandung sudah berjualan sate. "Dulu 20 tahun jualan di Balai Kota, lalu jualan lagi di tempat lain selama 10 tahun dan sekarang 15 tahun jualan di Jalan Cisangkuy," tuturnya.

Dulu, dengan bekal bakul dan menjinjing pembakaran, Hadi Welas berjalan kaki dari rumahnya di Jalan Kebon Sirih ke tempatnya berjualan. Selain pegawai-pegawai di Balaikota, pemilik Yoghurt Cisangkuy juga termasuk langganannya. Setiap sore, perempuan asal Klaten ini mengantarkan sate ke Yoghur Cisangkuy.

"Dulu harga sate masih saya jual Rp 2.000 per piring," tutur Hadi Welas.

Kemudian 15 tahun lalu, Hadi Welas mulai diajak berjualan di Yoghurt Cisangkuy. Hadi mengklaim, dirinyalah pedagang pertama yang ikut meramaikan keberadaan Yoghurt Cisangkuy. Tidak seperti sekarang, dimana sepanjang Jalan Cisangkuy berderet beragam penjual makanan maupun souvenir.

Pendapatan di tempat ini diakui Hadi Welas lebih tinggi dibandingkan dia berjualan di tempat lain. Saat itu menu makanan di Yoghurt Cisangkuy juga masih terbatas sehingga sate buatannya menjadi salah satu menu favorit sebagai teman menikmati yoghurt.

Sampai kemudian ketika Yoghurt Cisangkuy diperbesar dan menu-menunya lebih variatif, lokasi berjualan Hadi Welas pindah ke luar pagar. Tapi bukan berarti kerjasama dengan Yoghurt Cisangkuy putus karena konsumen yang memesan sate juga tetap diperbolehkan duduk di area Yoghurt Cisangkuy.

Dari pagi sekitar pukul 08.00 WIB, setiap harinya, Hadi Welas sudah membuka tenda sederhananya. Jika dulu dia harus berjalan kaki, kini dia diantar jemput oleh anaknya. Dibantu seorang cucunya, Hadi melayani pelanggan-pelanggannya sampai sekitar pukul 18.00 WIB. Tapi kalau akhir pekan, karena konsumen lebih banyak, Hadi Welas dibantu lagi oleh seorang anaknya.

Diakui Hadi dari berjualan sate ini dia bisa menghidupi keempat anaknya, dimana di antaranya sampai ke bangku kuliah. "Suami saya meninggal saat anak-anak masih kecil jadi saya yang menghidupi," ujarnya.

Hadi Welas bersyukur bisa berjualan di Jalan Cisangkuy. Setiap harinya dia bisa menjual sampai 500 tusuk sate. Jika di akhir pekan jumlahnya bisa berlipat. "Tidak tentu, kalau habis tinggal beli lagi," jelasnya.

Di masa tuanya kini, Hadi Welas mengaku berjualan sate hanya tinggal mengisi waktu karena hidupnya sudah kecukupan. Wajar saja, di hari biasa, dia bisa mendapatkan omset penjualan rata-rata Rp 1 juta. Nikmati Sate Cisangkuy Milik Hadi Welas

Pin It Now!

No comments:

Post a Comment