Surabi Tipis Kelapa ini merupakan makanan yang unik karena surabi original biasanya memakai toping oncom, atau dibiarkan polos begitu saja tanpa toping apapun. Namun di era modern ini, sudah banyak muncul inovasi-inovasi baru dari makanan surabi ini.
Inovasi cukup unik dihadirkan dari dapur Sapulidi Sawah Bandung di Jalan Cihideung, Kabupaten Bandung Barat. Surabi Tipis Kelapa namanya. Rupanya tidak jauh berbeda dengan surabi original, hanya saja jauh lebih tipis dan tentu saja topingnya berbeda.
Pinggiran surabi lebih tipis, pada bagian tengahnya, diberi serutan kelapa muda, kemudian disiram dengan menggunakan kinca (cairan yang terbuat dari gula merah).
"Sama seperti surabi kinca, tapi istimewanya bentuknya lebih tipis dan ada kelapa mudanya," ujar salah satu Owner Sapulidi Sawah, Deasy
Cara penyajiannya pun cukup unik, surabi disimpan di atas ketel mini yang beralaskan daun pisang. "Karena kalau enggak pakai daun pisang, tidak dapat kesan kampungnya," terang Deasy.
Selain menikmati kelezatannya, Sapulidi Sawah juga memberi kesempatan bagi yang ingin melihat secara langsung atau bahkan ingin mencoba sendiri membuat surabi ini. Di salah satu sudut Sapulidi Sawah resto ini ada tempat yang dinamai Surabi Corner.
Di tempat itu makanan seperti Surabi Kinca, Surabi Asin, Colenak, Ketan bakar, Jagung Bakar, Kelapa Muda, dan Bandrek dibuat oleh para ahlinya. Tungkunya pun masih menggunakan tungku tradisional yang dibantu oleh arang atau kayu bakar untuk pembakarannya.
Surabi ini cocok sebagai teman minum atau kopi pait. Satu surabi dibanderol Rp 7.000.

No comments:
Post a Comment